Indonesia Menjadi Tuan Rumah WPFD

Indonesia menjadi tuan rumah World Press Freedom Day (WPFD) 2017, 1-4 Mei 2017, dan itu cukup membanggakan karena tiga hal. Pertama, acara ini mungkin hanya terjadi sekali dalam puluhan tahun ke depan mengingat untuk menjadi tuan rumah harus antri dengan sesama negara anggota PBB. Kita boleh menepuk dada bahwa saat ini Indonesia adalah kampiun kebebasan pers di Asia Tenggara.

Kedua, dalam serial acara di WPFD yang digelar di JCC Senayan itu, sekitar 1700 orang mendaftar untuk hadir melalui website Unesco, sebagai pemegang lisensi perayaan WPFD. “Ini peserta terbanyak untuk satu dekade ini,” kata Dr Lim Ming-Kuok, penanggungjawab WPFD dari Unesco. Karena keterbatasan tempat dan logistik hanya sekitar 1200 bisa memasuki arena. Sekitar 490an adalah peserta internasional, sisanya adalah nasional dan lokal.

Ketiga, variasi tema diskusi sangat beragam dan kontekstual. Dari peran media sosial dan nasib jurnalisme (Google dan Facebook turut hadir) hingga soal keselamatan wartawan di daerah konflik. Dewan Pers turut berbahagia karena sebagai penyelenggara inilah hajatan terbesar yang dilakukan selama lembaga itu berdiri sejak 2000.

Bagi Dewan Pers Indonesia, tentu saja semua pengalaman berinteraksi dengan rekan dari pelbagai belahan dunia ditujukan untuk meningkatkan kinerja lembaga ini. Dari berbagai perbincangan bolehlah disimpulkan bahwa kebebasan pers sejatinya bukan milik pers tapi milik seluruh rakyat. Mereka berhak tahu tentang apa yang dilakukan pemerintah yang mendapat mandat berkuasa dari rakyat. Selamat Hari Pers Dunia!

Nezar Patria
Anggota Dewan Pers Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!